Sepucuk Surat Untuk Malaikatmu
Takkala cahaya fajar mulai terbentang di langit, sesosok pelita jiwaku yaitu mama tersayang bangun untuk menyiapkan sarapan dan segalanya untuk kami bisa beraktivitas seperti biasanya. Setelah dia menyelesaikan semua tugas yang dititipkan oleh tuhan kepadanya, kemudian dia bergegas untuk pergi mencari nafkah untuk hari keesokannya. Dimana ada tawaran yang bisa menghasilkan rezeki yang halal dia terima demi kami, dia tak seditpun mengeluh dan melampiaskan susah dan capekannya kepada kami, mama pernah berkata “Wahai qiratul ayyun, kalian tidak perlu bekerja, biarkan mama yang akan bekerja untuk kalian, walaupun kalian sudah berpisah dengan papa, namun mama akan selalu ingin menjadi pencari nafkah untuk keluarga ini, yang penting kalian rajin mengaji, itu saja yang mama harapkan dari kalian semua, supaya nanti takkala mama sudah pergi meninggalkan kalian untuk selama-lamanya akan ada yang bisa membaca kitab suci alqur’an, bacaan itulah yang akan menjadi kado yang sangat istimewa untuk mama, ketika mama berada dialam ketiga sana”. Saya sangat berharap impian sederhana mama itu bisa terwujud, amin yaa rabbal ‘alamin.
Takkala cahaya fajar mulai terbentang di langit, sesosok pelita jiwaku yaitu mama tersayang bangun untuk menyiapkan sarapan dan segalanya untuk kami bisa beraktivitas seperti biasanya. Setelah dia menyelesaikan semua tugas yang dititipkan oleh tuhan kepadanya, kemudian dia bergegas untuk pergi mencari nafkah untuk hari keesokannya. Dimana ada tawaran yang bisa menghasilkan rezeki yang halal dia terima demi kami, dia tak seditpun mengeluh dan melampiaskan susah dan capekannya kepada kami, mama pernah berkata “Wahai qiratul ayyun, kalian tidak perlu bekerja, biarkan mama yang akan bekerja untuk kalian, walaupun kalian sudah berpisah dengan papa, namun mama akan selalu ingin menjadi pencari nafkah untuk keluarga ini, yang penting kalian rajin mengaji, itu saja yang mama harapkan dari kalian semua, supaya nanti takkala mama sudah pergi meninggalkan kalian untuk selama-lamanya akan ada yang bisa membaca kitab suci alqur’an, bacaan itulah yang akan menjadi kado yang sangat istimewa untuk mama, ketika mama berada dialam ketiga sana”. Saya sangat berharap impian sederhana mama itu bisa terwujud, amin yaa rabbal ‘alamin.
Setiap hari alur cerita hidup mama tersayang begitu, terkadang
seminggu sekali dia berobat ke rumah sakit untuk kesembuhan penyakit yang
deritanya, dia selalu menjawab “mama baik dan sehat-sehat saja” ungkap mama
ketika itu, dia tak pernah mengatakan sakitnya kepada kami, yang mana dulunya
dia bugar, kini mulai sakit, tubuhnya yang dulu kencan kini mulai berkeriput,
rambut yang dulunya hitam kini juga mulai memutih perlahan-lahan, Ku tatap mata
dia yang berbinar-binar dan mulai menesteskan air mata haru, air mata bangga,
air mata bahagia melihatku sudah menjadi tumbuh dewasa seperti sekarang ini, tanpa
ada papa, dia berhasil mendidikku sampai kini.
Tak terasa sudah 11 tahun papa meninggalkan kami dan kami kurang
tau kronologis kehidupannya sekarang, apakah dia baik-baik saja atau tidak,
semoga allah akan selalu memberikan hidayah dan petunjuk untuknya, walaupun sangat
susah untuk menjumpainya lagi, namun saya berharap kesusahan itu akan terganti
dengan kemudahan untuk menjumpainya di padang masya nanti bersama-sama berteduh
dibawah payung baginda rasul, hidup tanpa ayah sangatlah susah, beban semuanya
akan ditanggung oleh seorang wanita, namun saya sadar diatas langit ada langit
juga, kepedihan yang kita rasakan belum begitu berat, namun akan ada lagi
dikejauhan sana yang lebih dari kita, begitulah kehidupan ini diciptakan oleh
allah diberikan susah dan bahagia, seperti ayat alqur’an dibawah ini:
“Wahai manusia, kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan
kenikmatan, untuk menguji iman kalian dan hanya kepada kamilah kalian akan
kembali” (QS.
Al-Anbiya: 35).
Sekarang mamaku adalah kepala keluarga yang selalu memotivasiku ketika
aku berbuat kesalahan, dia selalu menasehatiku disetiap harinya tanpa lelah, ya
allah lindungilah setiap langkah kakinya dan panjangkan umurnya, aku masih
ingin hidup bahagia nantinya bersama dia, tapi jikalau engkau berkehendak memanggilnya
sebelum bahagiaku, maka selamatkan dia didunia dan akhirat, dengan do’a yang
selalu aku bacakan ini sampaikanlah kepada malaikatmu untuk jauhkan dia dari
azab yang akan menimpanya, malaikat-malaikat yang selalu ada disampingnya,
sampaikanlah suratku berupa do’a abadi untuk mereka, karna aku sangat
mencintainya dan menyayanginya, semoga disuatu hari nanti kami akan bisa
bersama-sama kembali di surga.
My mom is the best.......................
Nama: Muhammad S Salman (21)
Chemical Engineering (Teknologi Kimia Industri)
Politeknik Negeri Lhokseumawe

No comments:
Post a Comment